31/07/2021

True-Love.cz Cerita Misteri, Ramalan Dan Kisah Mistis Dunia

Memberikan Pengalaman Dan membagikan Kisah Misteri Yang Saat Ini Menjadi Bahan Perbincangan Dunia

Berikut Faktanya Jangan Percaya 5 Mitos soal Perawatan Ban Ini

3 min read

Berikut Faktanya Jangan Percaya 5 Mitos soal Perawatan Ban Ini – Ada banyak Info yang kurang pas mengenai perawatan ban. Informasi yang keliru selanjutnya sering didapatkan oleh para pemilik mobil ataupun pecinta otomotif. Alih-alih inginkan menjaga ban agar lebih awet, ternyata hal selanjutnya tambah berakibat mengurangi performa ban dan dapat berefek terhadap keselamatan di jalur raya.

“Perawatan ban mobil tidak boleh disepelekan dan dianggap remeh. Sebab ban merupakan hanya satu anggota dari kendaraan yang bersentuhan segera bersama dengan permukaan jalan,” ujar Deputy Head of OE PT Bridgestone Tire Indonesia Fisa Rizqiano.

Berikut adalah 5 mitos mengenai perawatan ban yang sering ditemui menurutnya.
Bandar Taruhan
1. Mengurangi Tekanan Angin di Musim Hujan

Saat musim hujan, jalanan yang basah dan penuh genangan air tak terhindarkan. Saat lewat jalur basah, benar-benar rentan untuk terjadinya hydroplaning atau aquaplaning. Kondisi ini berjalan waktu ban mobil kehilangan penapakan atau traksi terhadap permukaan jalan.

Saat pengendara menentukan untuk mengurangi tekanan angin terhadap ban, maka membuat keadaan ban di dalam keadaan kempis atau telapak ban gampang terlipat. Sehingga kebolehan telapak ban untuk mengikis air menyusut dan benar-benar rentan berjalan aquaplaning. Sebaiknya tekanan angin berada terhadap angka normal atau sesuai standar pabrikan mobil apapun keadaan jalur yang dilewati.

2. Menggunakan Ban Dalam terhadap Ban Tubeless Akan Membuatnya Semakin Kuat

“Mitos yang kedua ini benar-benar keliru. Ban di dalam terhadap hakikatnya hanya berguna untuk menampung tekanan angin, ban di dalam tidak berkontribusi untuk tingkatkan kebolehan di dalam membantu beban,” tambahnya.

Komposisi ban tubeless sudah ditambah bersama dengan inner linner yang terbuat dari bahan compound spesifik sebagai pengganti ban dalam. Inner linner ini berguna untuk menjaga hawa atau tekanan angin tidak keluar.

Apabila ban tubeless dipasangkan ban dalam, otomatis fungsi tubelessnya bakal hilang, dan misalnya tertusuk bakal segera bocor (layaknya ban tube type). Ditambah lagi misalnya berjalan rusaknya maka garansi pun bakal otomatis tidak berlaku dikarenakan ada kesalahan di dalam pemakaian.

3. Mengurangi Tekanan Angin Saat Perjalanan Jauh

Mengurangi tekanan angin terhadap ban kendaraan bakal makin lama membuat pembangkitan panas. Ban jadi gampang rusak akibat hal ini dan benar-benar beresiko bahkan waktu jalankan perjalanan jauh. Pengurangan tekanan angin termasuk berakibat daya topang ban terhadap beban berkurang.

Efek lain yang bakal berjalan adalah kemudi/setir yang mulai berat, rintangan gulir yang makin lama tinggi agar konsumsi bahan bakar bakal makin lama besar, respons ban waktu menikung berkurang, performa pengereman yang berkurang, potensi berjalan aquaplaning, serta dampak jangka panjang yakni aus yang tidak rata.

4. Ganti Ban, Ban Baru Diletakkan di Depan

“Banyak orang yang mengatakan waktu hanya mengganti 2 ban, maka sebaiknya ban yang baru selanjutnya di letakkan di anggota depan. Padahal pernyataan selanjutnya kurang tepat. Pabrik ban memberi saran ban bersama dengan performa paling baik sebaiknya di letakkan terhadap anggota belakang,” tambah Fisa.

Posisi anggota depan kendaraan dapat kita kendalikan bersama dengan kemudi, waktu terhadap posisi belakang tidak dapat dikendalikan. Dengan demikian, ban bersama dengan performa lebih baik sebaiknya di letakkan terhadap anggota belakang demi beroleh traksi yang mumpuni. Ketika keadaan ban belakang sudah aus, maka amat mungkin berjalan over steer waktu berbelok di jalur yang basah dan kendaraan lebih sulit dikendalikan.

5. Mencampur Nitrogen bersama dengan Angin Biasa terhadap Ban

Ketika ban yang sudah diisi bersama dengan nitrogen mengalami kurang angin atau kempis, sebaiknya memang diisi lagi bersama dengan nitrogen. Namun jikalau di dalam keadaan darurat dan hanya ada angin biasa, untuk waktu ban dapat diisi oleh angin biasa. Hal ini boleh dan bahkan harus dilakukan daripada melewatkan ban digunakan di dalam keadaan tekanan angin kurang. Efek mencampur nitrogen bersama dengan angin biasa adalah sedikit mengurangi kemurnian takaran Nitrogen.

Efek dari mitos-mitos selanjutnya benar-benar berpengaruh terhadap keselamatan di jalur raya. Maka percayakan lah perawatan ban kepada ahlinya. Pemilik kendaraan dapat mendatangi bengkel mobil yang sudah memiliki peralatan cukup untuk jalankan menjaga ban, misalnya, Toko Model (TOMO) atau BOSS (Bridgestone One Stop Service) yang merupakan jaringan outlet formal Bridgestone.

Selain peralatan yang memadai, terhadap tiap-tiap outlet formal Bridgestone termasuk terkandung tire sales advisor (TSA) yang tersertifikasi segera dari Bridgestone untuk berkonsultasi mengenai keadaan ban dan faktor keselamatan berkaitan ban, termasuk product Bridgestone yang sesuai untuk berbagai kendaraan. Jaringan outlet formal Bridgestone ini dapat ditemui di 112 kota yang tersebar di semua lokasi Indonesia.