23/10/2021

True-Love.cz Cerita Misteri, Ramalan Dan Kisah Mistis Dunia

Memberikan Pengalaman Dan membagikan Kisah Misteri Yang Saat Ini Menjadi Bahan Perbincangan Dunia

Perjalanan Di Kegelapan Part 10 | Cerita Misteri

5 min read

true-love

true-love

Perjalanan Di Kegelapan Part 10 | Cerita Misteri – kataku sambil mengusap kepala ayah Randy dengan daguku. Matanya terpejam kembali, ibunya Randy tertidur perlahan.

Perjalanan Di Kegelapan Part 10 | Cerita Misteri

true-love – “Di mana Ren, dan ini airnya,” kataku sambil menatap Randy yang membeku dengan tatapan kosong.
Aku langsung membuka mulut ayah Randy dan alhamdulillah dia tidak melewatkan air minum yang kuberikan padanya, menyita tenggorokannya, perlahan meminum air itu dan matanya kembali melebar.

Baca Juga : Perjalanan Di Kegelapan Part 9 | Cerita Misteri

“Alhamdulillah, Daddy dapat langsung bangun, Bu, semisal tukar baju,” kataku amat lemah.
“Alhamdulillah, terima kasih, Andi,” kata Bu Randy dengan air mata mengalir di pipinya.
Aku langsung meninggalkan ruangan, diikuti oleh Randy, yang tidak percaya apakah dia udah pergi ke rumahnya sendiri sepanjang sebagian menit terakhir.

“Jangan mimpi Ren, aku udah meminjam pakaianmu, aku malu untuk konsisten berakting di jaman yang berkeringat ini,” kataku pada Randy sambil tertawa.

Aku duduk tepat di luar tempat tinggal Randy, menatap angin, menyalakan sebatang rokok untuk menenangkan indraku dan menetralisir tubuhku. Tak lama sehabis Randy singgah dengan menyodorkan handuk dan busana yang tidak jauh berlainan dengan milikku, aku beri tambahan yang kelihatannya lebih kecil.

“Kurasa aku tidak sanggup memperlakukannya layaknya itu. Awalnya ayah aku sakit tiga minggu lalu, selanjutnya tersedia perasaan menginginkan menjelaskan Aa, namun dia ragu dan malu,” kata Randy.

“Apa yang sanggup anda lakukan? Kebetulan itu rusa,” jawabku bercanda.
Berhubung aku hanya minta maaf ke dealer yoga, aku langsung pamit dan minum kopi santai dengan Bu Randy.
“Bu Andy tidak dapat lama, maaf Yogi tertinggal,” kataku pada ibu Randy.

“Tidak apa-apa, bawa saja kopi dan minta Randy segelas, ibu dan ayah Andy termasuk Randy dalam situasi seperti itu, terima kasih kecil, ayah yang tidak bisa bergerak, mungkin tiba-tiba dari Andy, “katanya. . .. bahwa ibu Andy Randy keluar terlalu malu.

ini melalui Andi, belum kembali Bu, aku tetap kaya untuk siapa pun, Randy, pacar saya, ibu, juga aku ibu, anda juga, aku terima niat baik ibu saya. Jumat untuk anak yatim, nyonya, niatnya untuk kesembuhan ayah saya, “kataku perlahan supaya ibu Randy tidak malu.

“Tidak apa-apa Bu, Andy wajib ke toko dulu, tersedia saatnya Andi dapat bermain di sini kembali atau ikut sholat lagi, Bu,” kataku pamit pada ibu Andi, mencium tangannya, tatapannya tetap tidak berubah. kalau tidak percaya apa yang baru saja aku katakan.
Selama jalan-jalan, Randy banyak bertanya mengenai saya, mengenai apa yang baru saja dia lihat, kala aku baru saja muncul dari kamarnya, aku tetap menjawab.

“Ngomong-ngomong, aku tidak sanggup lakukan apa-apa,” mengingatkan aku untuk tertawa, menjadi aku sanggup mengolok-oloknya.

Tentu saja sang yogi sendiri tengah repot mengerjakan tugas yang sama yakni menunggu pembeli, aku langsung membantu sang yogi, dan Randy hanya duduk tak bergerak dan bingung, dengan seluruh kejadian yang berlangsung hari ini 20 menit yang lalu.
“Apakah Anda mempunyai salinan Ndi? Apakah Anda mempunyai pakaian?” Tanya yogi yang baru saja bangun tidur.
“Randy pinjam,” jawabku sambil mengedipkan mata.
“Iya Guy, Ayah sembuh, alhamdulillah juga,” kata Randy.

“Alhamdulillah, Ren, kenapa begini, Ndi, Jalannya apa?” bertanya Yogi penasaran.
“Sakit apa? Nah, saat ini yang terpenting sakit,” jawab aku sambil mengelus-elus tubuh yogi itu.
Sang yogi hanya mengangguk seolah mengerti, namun memang sang yogi udah memahami sedikit mengenai perjalanan mistik saya, yang seringkali membantu hal-hal dengan bidang lain yang serupa.
“Ayah,” kata Randy seketika.

Seketika aku menatap Randy yang juga yogi, aku hanya tersenyum kala ayah Randy berlangsung menuju Won, sampai ayah Randy berterima kasih padanya di Won, yang tetap tidak nyaman, bukan untuk menjelaskan aku tidak senang dengan posisi ini dia hanya berkata “Selamat datang! ”, sambil konsisten berusaha dan mengingat dan juga rendah hati bahwa Yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa dalam segala perihal yang berlangsung dalam hidup ini adalah milik Sang Pencipta.

Ayah Randy tetap menginginkan memahami siapa yang lakukan ini padanya, dan dia bertanya pertanyaan yang sama dua kali dalam obrolan ini, yang sanggup aku jawab.

“Pak, aku minta maaf, kalau untuk memahami siapa yang lakukan ini pada ayah, apakah ini hanya mengarah pada balas dendam untuk apa?” Artinya kami sama-sama tidak sanggup menanggulangi keinginan yang tersedia di dalam diri kita. “Lebih baik ayah ikuti nasihat Andi, bukan artinya Andi digurui, namun itu nasihat terbaik,” kataku pelan.

Akhirnya ayah Randy memahami dan memahami bahwa aku anjurkan untuk beramal untuk merawat kebugaran dan mengurus perihal lain, dan tetap menghendaki karunia yang maha kuasa, sebab menurut aku ini adalah perihal yang paling dahsyat.

Ayah Randy hanya perlu kala tidak lebih dari 30 menit untuk pergi sehabis tiga minggu sakit, memahami bahwa berita tersebut adalah buzz di Desa Andi, dari mulut ke mulut tetap yang tercepat, sebabkan hari-hari berikutnya. tetap jadi di penghujung Magrib, dan sering kali kala singgah ke hal-hal yang berbeda, pasti saja, aku diminta untuk membantu.

Meskipun sering, sebab tampilan saya, orang tidak langsung percaya pada diri mereka sendiri, namun aku lebih senang hal-hal layaknya itu, bersembunyi dalam sinar – ini adalah arahan pertama guru aku dalam hal-hal layaknya itu, sebab ini yang paling sulit, dan aku konsisten belajar.

Ketiga. Jual martabak dengan seluruh cerita di daerah ini adalah yang paling berharga, keuntungan dari penjualan sanggup mencukupi keperluan keluarga saya, juga ayah dan ibu saya, belum kembali kekuatan untuk menyimpannya sepanjang tiga tahun. ini juga pergeseran, aku memahami bahwa banyak perihal baru muncul dari segalanya, menanam dengan baik tetap mempunyai kebaikan, hanya persoalan langkah pencipta bekerja, tetap tidak biasa dan tetap melampaui logika sederhana.

Waktu tidak memahami dan seluruh kegiatan aku yang lain perlahan-lahan membantu orang-orang sepanjang tiga tahun terakhir. itu juga tabungan saya, aku rasa udah cukup, lebih-lebih sebab yogi wajib menyita alih penjualan ayahnya di pasar rumahnya, itulah yang berlangsung di tempat tinggal saya.

Apakah tahun Di penghujung tahun 2009 aku memutuskan untuk menyewa daerah yang letaknya strategis dengan modal yang cukup, aku mengubah profesi aku sebagai penata rambut dengan menghubungi penata rambut aku sendiri, yang memang adalah kekuatan dan keceriaan aku untuk meluruskan rambut orang, yakni ‘Foundation for karir profesional saya. pindah.

“Ndi, udah lama pengen nanya, udah 3 tahun. kami menjual sama-sama, aku memahami seluruh yang Anda bisa, apa yang Anda tahu, Ndi? Sang yogi bertanya mengenai momen kala dia minum kopi di depan tempat tinggal orang tua saya.
“Ini,” kataku, menunjuk ke dadaku.

“Bersedekah, berikan sesuatu yang ekstra kala kami amat membutuhkannya, adalah perihal yang paling susah bagi Anda. Kami melawan iblis demi nafsu, dengan keinginan kami melawan iblis, ”jawabku sambil tertawa.
“Ndi yang lain apa?” bertanya sang yogi.

Tersembunyi dalam cahaya, aku menjawab perlahan.
Yogi itu hanya terkikik seolah-olah aku tidak menjelaskan sepatah kata pun untuk bertanya kepadanya. Bagi aku “bersembunyi dalam terang” adalah siapa pun yang sanggup melakukannya dan menafsirkannya sesuai dengan itu. Ternyata, orang tidak sanggup menilai satu segi dari segi lainnya.