22/01/2021

True-Love.cz – Info Otomotif Terbaru

Berita Terupdate seputar dunia otomotif di dalam negeri maupun luar negeri

Royal Enfield Tambah Fitur Navigasi Baru untuk Himalayan 2021? Penasaran? Yuk Simak

3 min read

Royal Enfield Tambah Fitur Navigasi Baru untuk Himalayan 2021? Penasaran? Yuk Simak

Royal Enfield Tambah Fitur Navigasi Baru untuk Himalayan 2021? Penasaran? Yuk Simak

Royal Enfield rupanya tak royal di dalam urusan pembaruan. Mereka justru lebih bahagia mencicil di dalam memberikan upgrade untuk produk-produknya. Contoh, Himalayan. Tahun selanjutnya Royal Enfield Himalayan sesungguhnya mendapat pembaruan fitur. Hanya saja memadai minim, tak begitu signifikan. Memasuki 2021, dikabarkan akhir Januari dapat ada versi anyar ulang meluncur di India. Seperti yang sudah-sudah, tambahannya meliputi satu-dua variabel saja, tak banyak.
Bandar Taruhan
Dalam sebagian informasi yang beredar, keliru satu yang baru adalah sistem navigasi, atau disebut Tripper Navigation oleh Royal Enfield. Penempatannya ada di klaster digi-analog kokpit Himalayan yang di awalnya ada. Alias bisa jadi, berhimpun bersama kompas. Bukan layaknya sistem perta canggih di ponsel pintar. Konsepnya adalah turn-by-turn navigation buatan Google. Sekadar menampilkan anjuran arah bersifat panah.

Tapi paling tidak, perihal ini dapat terlalu berfungsi. Mengingat statusnya sebagai motor petualang. Membuat pengendaranya jadi praktis tanpa wajib menempelkan bracket gawai di dekat stang. Cukup terkoneksi ponsel dan visualnya langsung keluar. Namun, perangkat tidak bisa mentranslasikan telepon, pesan pendel (SMS), ataupun email. Dan sebagai informasi, sistem serupa sama juga bersama milik Meteor 350, rilis sebagian selagi lalu.

Ada pula revisi minor di tempat tulang rangka. Besi yang melintang di lebih kurang tangki, kabarnya diubah titik pemasangannya. Berikut memiliki dimensi lebih ringkas. Hal ini diubah akibat keluar sebagian keluhan – khususnya pengendara bertubuh tinggi – lututnya kerap terganggu kondisi pelindung terkait.

Satu perihal lagi, perihal pengemasan kelir. Setelah digebyur padu padan warna ekspresif terhadap generasi lalu, agenda pembaruan selanjutnya juga diramaikan perihal serupa. Dari informasi beredar, paling tidak ada tiga warna lagi. Pertama light silver, lanjut hitam matte, dan juga paling akhir Pine Green. Pastinya kelir paling akhir itu bisa jadi favorit berikutnya. Bahkan, dikatakan dapat ada pula finishing cat solid di versi 2021.

Untuk sekarang, Himalayan memiliki memadai banyak kelir baru. Dimulai dari Rock Red, percampuran merah-hitam. Susunan warna depan tangki disemprot cat merah glossy, selagi belakangnya dihitamkan – terpisah garis diagonal. Aksen silver sesungguhnya juga tercantum di wadah bensin, sampai ke fender hitamnya.

Lake Blue ikut jadi opsi tema cerah. Yang satu ini memadukan biru dan putih, bersama garis pemisah diagonal serupa bersama si merah. Komposisinya serupa, hanya beda warna. Keduanya layaknya menunjukan alter ego dari citra konvensional Himalayan selama ini.

Dilanjut Gravel Grey, rasanya tepat bagi yang bahagia tampil minimalis-modern. Tangki abu-abu mengilap merepresentasikan type motor jaman kini. Diberikan juga aksen hitam terhadap lekuk bodi, menguatkan nuansa maskulin. Dan Sleet Grey, memiliki corak ala seragam kamuflase prajurit. Sementara kelir Snow (putih) dan Granite (Hitam) senantiasa tersedia.

Sejauh ini kami tidak memperoleh informasi perihal pergantian wujud, lebih-lebih teknis. Kemungkinan besar mesin 411 cc SOHC silinder tunggal senantiasa dipertahankan. Persisnya, mengeluarkan output 24,3 Hp di 6.500 rpm dan torsi maksimal 32 Nm terhadap 4.500 rpm. Mesin injeksi ini memiliki sifat long stroke yang kuat, bisa sedia kan moment puntir di putaran bawah sekalipun.

Perihal emisi dan mengkonsumsi bahan bakar juga seharusnya tak berubah. Toh mesin baru ini udah mencukupi regulasi BS6 yang diwajibkan di India. Begitu pula versi Indonesia-nya. Hampir tak terasa perbedaan bersama versi lama. Pun terkecuali ada, dapat terasa bias. Sebab catatan kertas saja nyaris tidak berubah.

Sensor ABS Himalayan di India, selagi ini tidak serupa bersama pasar Indonesia. Di sana udah ada switch untuk mematikan sistem. Demi menyajikan rasa pengendalian maksimal kala masuk medan ekstrem, khususnya tanah. Namun, di Indonesia sistem pengaman dibikin paten. Semoga saja generasi baru nanti – kala diimpor masuk Tanah Air – menyesuaikan spesifikasi di negeri asalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *